Subnetting

MATERI SUBNETTING 

 

 

1. Pengertian Subnetting
    Subnetting merupakan upaya / proses untuk memecah jaringan dengan jumlah host yang banyak menjadi jaringan dengan jumlah host yang lebih sedikit.
  1. Kelas A (jumlah host 16.77.214 , oktet pertama mempuyai nilai 0-127)
  2. Kelas B (jumlah host 65.532 , oktet pertama mempuyai nilai 128-191) 
  3. Kelas C (jumlah host 256 , oktet pertama mempuyai nilai 192-223)

2. Tujuan Subnetting 
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut: 
1. Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai) 
2. Membagi kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
3. Menempatkan host, agar berada dalam satu jaringan 
4. Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan 
5. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address 
6. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik. 
7. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

3. Fungsi Subnetting 
Berikut adalah fungsi subnetting : 
1. Mengurangi lalu-lintas jaringan agar data tidak saling bertabrakan
2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
3. Pengelolaan yang disederhanakan.
4. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,

4. Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain : 
1. Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. 
2. Menentukan jumlah host per subnet. 
3. Menentukan subnet yang valid. 
4. Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet. 
5. Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.

5. Perhitungan Subnetting
Pada perhitungan subnetting akan di bagi menjadi 4, yaitu:
1. Jumlah subnet
2. Jumlah host per subnet
3. Blok subnet
4. host dan broadcast

A. SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet10.0.0.010.1.0.010.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.110.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.25410.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.25510.254.255.25510.255.255.255

B. SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  1. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  2. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  3. Alamat host dan broadcast yang valid?
  4. Subnet172.16.0.0172.16.64.0172.16.128.0172.16.192.0
    Host Pertama172.16.0.1172.16.64.1172.16.128.1172.16.192.1
    Host Terakhir172.16.63.254172.16.127.254172.16.191.254172.16.255.254
    Broadcast172.16.63.255172.16.127.255172.16.191.255172.16..255.255

C. SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Host dan broadcast langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
    Subnet192.168.1.0192.168.1.64192.168.1.128192.168.1.192
    Host Pertama192.168.1.1192.168.1.65192.168.1.129192.168.1.193
    Host Terakhir192.168.1.62192.168.1.126192.168.1.190192.168.1.254
    Broadcast192.168.1.63192.168.1.127192.168.1.191192.168.1.255


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IP Address

ICS (Internet Connection Sharing)